Mahasiswa SPI Laksanakan Praktikum Kuliah Lapangan Arkeologi di Candi Kidal

Malang, 13 Juni 2026 –
Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) angkatan
2025 melaksanakan kegiatan Praktikum Kuliah Lapangan mata kuliah Arkeologi di
Candi Kidal. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang
dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengkaji
tinggalan sejarah dan budaya melalui pendekatan arkeologis.
Praktikum lapangan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman
mahasiswa terhadap materi yang telah diperoleh di ruang perkuliahan, khususnya
mengenai metode penelitian arkeologi, identifikasi tinggalan budaya, analisis
artefak, serta interpretasi nilai sejarah yang terkandung dalam situs cagar
budaya. Melalui kunjungan langsung ke situs, mahasiswa diharapkan mampu
menghubungkan teori dengan realitas lapangan sehingga proses pembelajaran
menjadi lebih kontekstual dan komprehensif.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi terhadap
struktur bangunan, relief, ornamen, serta lingkungan situs. Mereka juga
memperoleh penjelasan mengenai latar belakang sejarah pembangunan candi, fungsi
religius sebagai tempat pendewataan Raja Anusapati, pada masa KerajaanTumapel
yang ber ibukota kan Singhasari, serta nilai penting Candi Kidal sebagai salah
satu warisan budaya yang memiliki kontribusi besar dalam kajian sejarah
Indonesia klasik. Selain melakukan pengamatan, mahasiswa juga mencatat berbagai
temuan lapangan sebagai bahan analisis dan penyusunan laporan akademik.
Kegiatan praktikum ini menjadi sarana implementasi capaian
pembelajaran mata kuliah Arkeologi. Mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep
dasar arkeologi, mengidentifikasi karakteristik tinggalan budaya material,
menerapkan teknik observasi lapangan, serta menyusun interpretasi historis
berdasarkan data yang diperoleh secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga
bertujuan menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pelestarian warisan
budaya sebagai sumber pembelajaran sejarah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlihat aktif mengikuti seluruh
rangkaian kegiatan. Mereka melakukan pengamatan secara berkelompok,
mendokumentasikan berbagai bagian bangunan candi, berdiskusi mengenai aspek
arsitektur dan identifikasi cagar budaya, serta menyusun catatan lapangan yang
nantinya akan digunakan sebagai bahan analisis akademik. Antusiasme peserta
menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam mempelajari sejarah dan arkeologi
melalui pengalaman langsung di lapangan.
Dosen pengampu mata kuliah Arkeologi, Mawardi Purbo Sanjoyo M. A.
menyampaikan bahwa kegiatan praktikum lapangan memiliki peran penting dalam
membentuk kompetensi mahasiswa, khususnya dalam kemampuan observasi, analisis,
dan interpretasi sumber sejarah material. Menurutnya, pemahaman terhadap
sejarah tidak hanya diperoleh melalui studi literatur, tetapi juga melalui
interaksi langsung dengan sumber-sumber sejarah yang masih dapat dijumpai
hingga saat ini.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman
akademik yang lebih mendalam dalam memahami tinggalan arkeologis sebagai sumber
sejarah. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan
penelitian lapangan yang akan sangat bermanfaat dalam studi sejarah maupun
penelitian ilmiah di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Praktikum Kuliah Lapangan di Candi Kidal,
Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam terus berupaya menghadirkan
pembelajaran yang integratif antara teori dan praktik. Kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang sejarah dan arkeologi
sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya
bangsa sebagai bagian dari identitas dan kekayaan sejarah Indonesia.
Tag :