Lewat TikTok, Dosen FUAH UIN KHAS Jember Ajak Siswa SMP As-Syafaah Perkuat Moderasi Beragama

Home >Berita >Lewat TikTok, Dosen FUAH UIN KHAS Jember Ajak Siswa SMP As-Syafaah Perkuat Moderasi Beragama
Lewat TikTok, Dosen FUAH UIN KHAS Jember Ajak Siswa SMP As-Syafaah Perkuat Moderasi Beragama
Preview

JEMBER – Dosen dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang menyasar para siswa di SMP As-Syafaah Jember. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/10/2025) ini mengangkat tema inovatif, yaitu "Penguatan Pemahaman Moderasi Beragama Melalui Media TikTok Berbasis Service Learning".

Acara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, dan anti-kekerasan kepada generasi muda melalui platform digital yang sangat dekat dengan keseharian mereka. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari UIN KHAS Jember, yaitu Zaimatil Ashfiya, M.Pd.I dan Dr. Syukron Latif, M.A., serta dipandu oleh M. Al Qautsar Pratama, M.Hum sebagai moderator.

Dalam paparannya, Zaimatil Ashfiya menjelaskan bahwa media sosial seperti TikTok memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi jika digunakan secara positif. "Di era digital ini, kita tidak bisa melarang anak-anak menggunakan media sosial. Pendekatan terbaik adalah membimbing mereka untuk menjadi produsen konten yang cerdas dan positif. Melalui service learning, siswa tidak hanya belajar teori tentang moderasi, tetapi juga mempraktikkannya dengan membuat dan menyebarkan konten yang mendidik di TikTok," ujarnya.

Sementara itu, Dr. Syukron Latif, M.A., memperdalam materi mengenai esensi moderasi beragama dalam konteks keislaman dan keindonesiaan. Ia menekankan pentingnya sikap tengah-tengah (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan keseimbangan (tawazun) dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

"Moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pemahaman ini harus ditanamkan sejak dini agar generasi mendatang terbiasa dengan perbedaan dan terhindar dari paham-paham ekstrem," jelas Dr. Syukron.

 

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap sinergi antara akademisi dan lembaga pendidikan dapat terus berlanjut untuk membentuk karakter siswa yang moderat dan berwawasan luas.


Tag :

Diposting Pada : 14 Oktober 2025, 20:40 | Oleh : Admin
Dilihat : 133