Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Gelar Sima’an Kitab Shahih Bukhari

Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember terus meneguhkan tradisi keilmuan dengan menggelar Sima’an Kitab Shahih Bukhari pada Sabtu malam, 12 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, dihadiri sebagian mahasiswa ILHA dan secara daring melalui platform media sosial Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis UIN KHAS Jember, mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB.
Majlis sima’an tersebut menghadirkan Kiai Qutub Izziddin, ulama muda asal Jepara, pengasuh Pondok Pesantren Al-Haromain sekaligus penulis puluhan karya ilmiah utamanya dalam bidang hadis dan bahasa Arab. Kiai Qutub juga memiliki sanad pembacaan Kitab Shahih Bukhari, sehingga kehadirannya memberikan nilai otentik dan keberkahan tersendiri bagi para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Kiai Qutub membacakan Kitabul Ilmi, salah satu bab penting dalam Shahih Bukhari yang membahas tentang keutamaan ilmu dan adab dalam mencari ilmu. Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis dari Semester I hingga Semester V turut hadir dan menyimak dengan khusyuk serta membaca beberapa hadis secara bergantian penuh antusias, sedangkan yang lain mengikuti sima'an melalui siaran langsung via media sosial.
Menurut panitia, pemilihan kitab Shahih Bukhari bukan tanpa alasan. Kitab ini merupakan rujukan utama dalam disiplin ilmu hadis dan menjadi dasar penting dalam pembelajaran di Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Jember. Dengan adanya sima’an tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami teks hadis secara teoritis, tetapi juga belajar bagaimana adab, sanad, dan tradisi pembacaan kitab dilakukan oleh para ulama.
Muhammad Faiz, selaku Koordinator Program Studi Ilmu Hadis, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan sima’an ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret upaya prodi dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan memperkuat tradisi akademik berbasis turats. “Kegiatan seperti ini akan terus kami dorong menjadi agenda penting agar mahasiswa terbiasa mendengar langsung sanad bacaan dari para ulama yang kompeten,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faiz menilai bahwa pelibatan platform media sosial menjadi langkah inovatif dalam memperluas jangkauan dakwah dan kajian ilmiah. Dengan cara ini, tradisi keilmuan klasik bisa tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat. “Kita tidak hanya membaca kitab, tapi juga menyebarkan semangat keilmuan ke ruang digital,” tambahnya.
Sementara itu, Kiai Qutub Izziddin dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam membaca kitab hadis. Ia menekankan bahwa sanad bukan sekadar rangkaian nama, tetapi merupakan rantai keilmuan dan keberkahan yang harus dijaga dengan niat tulus dan kesungguhan.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Jember berharap agar mahasiswa semakin mencintai ilmu hadis, memahami nilai sanad, serta mengamalkan adab keilmuan sebagaimana diajarkan para ulama terdahulu. Sima’an Kitab Shahih Bukhari menjadi bukti nyata bahwa tradisi ilmiah klasik dan pendekatan akademik modern dapat berpadu harmonis dalam ruang universitas yang tetap berpegang pada nilai sanad dan keberkahan ilmu.
Tag :