Workshop Pengembangan Prodi Ilmu Hadis Tekankan Revitalisasi Turats Klasik Menghadapi Tantangan Era Modern

Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menggelar kegiatan akademik bertajuk “Revitalisasi Turats Hadis: Dari Pemahaman Klasik Menuju Konstruksi Intelektual Kontemporer.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan prodi yang difokuskan untuk memperkuat keilmuan mahasiswa dalam memahami hadis sebagai warisan intelektual Islam yang relevan sepanjang zaman.
Workshop pengembangan prodi ini dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Gedung Kuliah Terpadu UIN KHAS Jember lantai 2. Acara berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Prodi Ilmu Hadis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Qutub Izziddin, kiai muda dari Jepara yang mengasuh Pondok Pesantren Al-Haromain sekaligus merupakan penulis produktif dalam bidang hadis utamanya, serta dalam kajian gramatikal Arab, nahwu dan sharaf.
Kegiatan workshop berlangsung dengan penuh antusiasme. Qutub Izziddin, yang telah menulis puluhan buku dan beberapa kamus Arab-Indonesia, menyampaikan materi mendalam tentang pentingnya menjaga dan memahami hadis sebagai turats klasik Islam. Ia menegaskan bahwa hadis tidak cukup hanya dihafal, tetapi juga harus dipahami, dihidupkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai dan ajaran kenabian tetap hadir di tengah masyarakat modern.
Dalam pemaparannya, Qutub juga menceritakan bagaimana perjuangan para perawi hadis masa klasik yang rela menempuh perjalanan jauh (rihlah) ke berbagai negeri Islam demi memastikan keotentikan sanad hadis. Menurutnya, semangat keilmuan dan ketelitian para ulama terdahulu harus menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama mahasiswa Prodi Ilmu Hadis, untuk terus menelusuri dan menghidupkan kembali tradisi intelektual tersebut.
Moderator workshop, Ahmad Fajar Shodik, yang juga dosen Ulumul Hadis di Prodi Ilmu Hadis FUAH, memandu jalannya kegiatan dengan interaktif. Ia menghubungkan pemaparan Qutub dengan konteks pembelajaran hadis di UIN KHAS Jember yang kini berupaya mengintegrasikan pemahaman klasik dengan analisis kontemporer. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi akademisi hadis yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga kritis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam sesi motivasi, Qutub mengajak mahasiswa Prodi Ilmu Hadis agar bangga menjadi bagian dari prodi yang fokus pada penjagaan turats Islam. Ia menegaskan bahwa meskipun jumlah mahasiswa Ilmu Hadis cenderung lebih sedikit dibanding prodi lain, justru di situlah letak keistimewaannya. “Sesuatu yang istimewa itu pasti jumlahnya tidak banyak. Kalau para pengkaji Al-Qur’an disebut ahlullah, maka para pengkaji hadis adalah keluarga Rasulullah SAW,” ujarnya disambut takbir oleh para peserta.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Kiai Qutub menjawab dengan lugas dan inspiratif, menekankan pentingnya memadukan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan akademik modern. Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Hadis FUAH UIN KHAS Jember berkomitmen meningkatkan kajian hadis sebagai khazanah klasik tetap terjaga, sekaligus mendorong terciptanya konstruksi intelektual baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Tag :