Dua Dosen dan Dua Alumni FUAH UIN KHAS Jember Lolos 13th International Bediüzzaman Symposium di Istanbul

Home >Berita >Dua Dosen dan Dua Alumni FUAH UIN KHAS Jember Lolos 13th International Bediüzzaman Symposium di Istanbul
Dua Dosen dan Dua Alumni FUAH UIN KHAS Jember Lolos 13th International Bediüzzaman Symposium di Istanbul
Preview

JEMBER — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menorehkan kiprah di panggung akademik internasional. Dua dosen dan dua alumni FUAH dinyatakan lolos sebagai peserta sekaligus pemakalah dalam 13th International Bediüzzaman Symposium yang akan diselenggarakan secara hybrid dari Istanbul, Türkiye, dan secara daring pada 4–7 Oktober 2026. 

Keempatnya adalah Prof. Safrudin Edi Wibowo, Guru Besar Ilmu Tafsir dan Muhammad Faiz Koordinator Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) sekaligus Pengelola Said Nursi Corner FUAH UIN KHAS Jember serta dua alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ahmad Rama Dony dan Novia Ulfa Isnaini.

Kehadiran empat akademisi FUAH tersebut menjadi bagian penting dari keterlibatan sivitas akademika UIN KHAS Jember dalam forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, cendekiawan, ulama, peneliti, serta berbagai elemen masyarakat dari beragam negara. Simposium yang mengusung tema “The 13th International Bediüzzaman Symposium: Qur’anic Solutions for Global Crises” tersebut menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan respons Al-Qur’an dan warisan pemikiran Bediüzzaman Said Nursi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan kontemporer.

Dalam forum tersebut, Prof. Safrudin Edi Wibowo akan mempresentasikan hasil riset berjudul “Healing Psychological Distress During the Covid-19 Pandemic: An Analysis of Said Nursi’s Optimistic Theology.” Penelitian ini mengkaji gagasan teologi optimisme Said Nursi dalam kaitannya dengan pengalaman tekanan psikologis selama pandemi Covid-19. 

Sementara itu, Muhammad Faiz membawa kajian bertajuk “Qur'anic Solutions for Building Society: A Study of Nursi's Approach to Establishing Social Peace through His Work Risale-i Nur.” Paper tersebut menyoroti pendekatan Said Nursi dalam membangun perdamaian sosial melalui pemikiran yang tertuang dalam karya monumentalnya, Risale-i Nur.

Tidak kalah menarik, kontribusi dua alumni FUAH juga mengangkat isu-isu aktual yang memiliki relevansi kuat dengan tantangan global. Ahmad Rama Dony, alumni Program Studi IAT tahun 2021, akan menyampaikan paper berjudul “Qur’anic Eco-Theodicy in Said Nursi: Engaging Atheistic Critiques of Non-Human Suffering.” Kajian tersebut menghubungkan pemikiran Al-Qur’an dan Said Nursi dengan persoalan penderitaan non-manusia serta kritik ateistik terhadap persoalan tersebut. 

Adapun Novia Ulfa Isnaini, alumni Program Studi IAT tahun 2026, menghadirkan paper berjudul “Reconstruction of Environmental Ethics Based on Eco-Spirituality: A Study of the Spiritual Approach to the Climate Crisis from the Perspective of Said Nursi.” Paper ini menawarkan pembacaan spiritual terhadap krisis iklim melalui perspektif pemikiran Said Nursi.

Rangkaian kegiatan simposium berlangsung dalam beberapa format dan tahapan. Pada 4 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan dan seminar. Selanjutnya, 5 Oktober 2026 akan diisi dengan parallel sessions yang dilaksanakan secara luring di Istanbul, sedangkan sesi berikutnya pada 7 Oktober 2026 dilaksanakan secara daring. 

Format hybrid tersebut memungkinkan keterlibatan akademisi dari berbagai belahan dunia sekaligus memperluas ruang pertukaran gagasan mengenai isu-isu keagamaan, kemanusiaan, sosial, dan lingkungan.

Skala internasional forum ini tercermin dari jumlah kontribusi dan jejaring kelembagaan yang terlibat.  Penyelenggara mencatat sebanyak 668 makalah dikirimkan dari 60 negara di enam benua, yang berasal dari 448 lembaga dan organisasi internasional. Simposium juga melibatkan ratusan akademisi, cendekiawan, ulama, awak media, serta masyarakat. Dengan cakupan tersebut, forum ini berkembang sebagai ruang akademik internasional yang mempertemukan berbagai perspektif untuk mendiskusikan solusi terhadap krisis material dan spiritual yang dihadapi umat manusia dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber inspirasi intelektual.

Bagi FUAH UIN KHAS Jember, keterlibatan dua dosen dan dua alumni dalam forum tersebut tidak hanya menjadi capaian individual, tetapi juga memperlihatkan kesinambungan tradisi akademik antara dosen, mahasiswa, dan alumni. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat ruang dialog antara kajian Al-Qur’an, sejarah pemikiran Islam, perdamaian sosial, psikologi keagamaan, dan ekologi.

Keberagaman tema yang dibawa menunjukkan bahwa kajian Said Nursi dapat ditempatkan dalam percakapan akademik yang lebih luas mengenai persoalan kemanusiaan dan krisis global. Partisipasi tersebut diharapkan semakin memperluas jejaring akademik FUAH UIN KHAS Jember di tingkat internasional serta membuka ruang kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan dengan para akademisi dari berbagai negara. 

Dari Jember menuju Istanbul, keempat peserta membawa gagasan yang berangkat dari khazanah Al-Qur’an dan pemikiran Said Nursi untuk memasuki ruang dialog global sebuah langkah yang menegaskan pentingnya kontribusi perguruan tinggi Islam dalam merumuskan respons intelektual terhadap tantangan kemanusiaan, sosial, dan ekologis dunia kontemporer.


Tag :

Diposting Pada : 2 Oktober 2026, 23:24 | Oleh : Muh. Ilham Shohib
Dilihat : 103

Berkas :