Bedah Sumber Sejarah Digital Lewat AI, Dosen UIN Jember dan UIN Bandung Jalin Kolaborasi Ilmiah

JEMBER – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini mulai mentransformasi berbagai disiplin ilmu, tidak terkecuali dalam metodologi penelitian sejarah. Hal ini dibuktikan melalui suksesnya gelaran Webinar dan Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema "Pemanfaatan Gemini AI Untuk Menganalisis Sumber Sejarah Digital" pada Rabu (24/6/2026). Hadir sebagai tim peneliti UIN KHAS Jember, yaitu Dr. H. Ah Syukron Latif, M.A. (Peneliti 1) dan Irfa' Asy'at Firmansyah, M.Pd.I (Peneliti 2). Kedua peneliti tersebut membagikan perspektif serta temuan penting mengenai integrasi teknologi AI dalam menjaga akurasi interpretasi data sejarah di ruang siber.
Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting sejak pukul 15.30 WIB ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan zaman mengenai bagaimana sumber-sumber sejarah yang telah terdigitalisasi dapat dibedah secara lebih tajam, cerdas, dan mendalam menggunakan teknologi masa depan.
Kegiatan ilmiah secara virtual ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan mahasiswa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Melalui ruang digital Zoom, para mahasiswa tampak antusias menyimak materi dan terlibat aktif dalam ruang diskusi virtual.
Webinar ini menghadirkan narasumber utama, Budi Sujati, M. Hum., yang merupakan dosen Sejarah Peradaban Islam dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas strategi pemanfaatan Gemini AI sebagai alat bantu (tools) strategis bagi para sejarawan untuk mempercepat klasifikasi data, membaca pola teks kuno digital, hingga meningkatkan efisiensi kritik sumber. Jalannya diskusi interaktif ini dipandu secara apik oleh M. Al Qautsar Pratama, M.Hum., dosen UIN KHAS Jember yang bertindak sebagai moderator.
Melalui kolaborasi ilmiah lintas perguruan tinggi ini, para mahasiswa dan peneliti yang hadir diharapkan tidak hanya sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu mengadopsi Gemini AI secara kritis dan metodologis demi kemajuan riset historiografi digital di Indonesia.
Tag :