Antusiasme Mahasiswa SPI UIN KHAS Jember Warnai Pelaksanaan Bimtek Arkeologi 2026 di Lereng Selatan Gunung Hyang Desa Badean

Home >Berita >Antusiasme Mahasiswa SPI UIN KHAS Jember Warnai Pelaksanaan Bimtek Arkeologi 2026 di Lereng Selatan Gunung Hyang Desa Badean
Antusiasme Mahasiswa SPI UIN KHAS Jember Warnai Pelaksanaan Bimtek Arkeologi 2026 di Lereng Selatan Gunung Hyang Desa Badean
Preview

Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Arkeologi: Pengelolaan dan Kajian Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang berlangsung pada 21–23 Mei 2026 di Lereng Selatan Gunung Hyang berlangsung penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas bagi mahasiswa dan masyarakat dalam memahami pentingnya pelestarian warisan budaya berbasis kajian arkeologi. Tidak hanya menjadi agenda akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga tinggalan sejarah dan budaya lokal.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 29 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, perwakilan Disporabudpar Jember, serta peserta umum dari berbagai komunitas budaya. Kehadiran mahasiswa SPI UIN KHAS Jember menjadi salah satu elemen penting dalam kegiatan ini, mengingat mereka terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi pemaparan materi hingga praktik ekskavasi lapangan. Partisipasi aktif mahasiswa menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap pengembangan kajian sejarah dan arkeologi yang berbasis penelitian lapangan.

Sejak pagi hari pembukaan, suasana kegiatan tampak hidup dengan semangat belajar para peserta. Mahasiswa SPI UIN KHAS Jember terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh para narasumber. Tidak hanya menyimak materi, mereka juga aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan kritis mengenai pengelolaan situs budaya, metode penelitian arkeologi, hingga tantangan pelestarian ODCB di era modern. Interaksi yang terjalin antara peserta dan pemateri menciptakan suasana akademik yang dinamis dan penuh semangat.

Sesi pertama dibuka oleh Hervina Nurullita, M.A., yang menyampaikan materi tentang pengelolaan objek cagar budaya secara sistematis dan berbasis data ilmiah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa banyak potensi budaya yang perlahan hilang akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian situs sejarah. Menurutnya, pengelolaan objek budaya tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena setiap tinggalan sejarah memiliki nilai pengetahuan yang penting bagi generasi mendatang.


Ia juga menjelaskan bahwa proses identifikasi dan pengelolaan ODCB memerlukan pendekatan multidisipliner yang melibatkan penelitian lapangan, dokumentasi ilmiah, serta partisipasi masyarakat sekitar. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab akademisi atau pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari lingkungan sosial yang hidup berdampingan dengan situs budaya tersebut.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, terutama mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan sejarah dan kebudayaan. Karena itu, keterlibatan mahasiswa SPI UIN KHAS Jember dinilai menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran akademik sekaligus kepedulian sosial terhadap pelestarian budaya lokal. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara kajian akademik dengan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan sejarah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Drs. Ismail Lutfi, M.A., yang mengangkat tema Arkeologi Publik. Dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, ia menjelaskan bahwa arkeologi tidak hanya berkaitan dengan penelitian masa lalu, tetapi juga memiliki relevansi besar dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, hasil kajian arkeologi dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi publik, penguatan identitas budaya, hingga pengembangan potensi wisata sejarah di daerah.

Peserta, khususnya mahasiswa SPI UIN KHAS Jember, tampak antusias saat Drs. Ismail Lutfi memaparkan contoh penerapan arkeologi dalam pengembangan wisata budaya, edukasi publik, serta penguatan identitas sejarah masyarakat lokal. Diskusi berlangsung dinamis dan memperlihatkan tingginya minat peserta terhadap kajian arkeologi yang bersifat aplikatif. Banyak peserta yang tertarik dengan bagaimana arkeologi dapat berkontribusi secara langsung terhadap pembangunan sosial dan budaya masyarakat.

 

Tidak hanya berfokus pada pemaparan materi di dalam ruangan, kegiatan ini juga menghadirkan praktik ekskavasi lapangan sebagai bentuk penguatan pemahaman peserta terhadap metode penelitian arkeologi. Praktik tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan oleh peserta karena memberikan pengalaman langsung mengenai proses penggalian dan dokumentasi arkeologi.

Dalam praktik lapangan, peserta diperkenalkan pada teknik dasar ekskavasi, pencatatan temuan, hingga metode dokumentasi lapangan yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Mahasiswa SPI UIN KHAS Jember terlihat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses identifikasi lokasi hingga pencatatan data hasil penggalian. Kehadiran mereka juga membantu peserta umum yang belum memiliki pengalaman dalam praktik ekskavasi arkeologi.

Kolaborasi antarpeserta terlihat terjalin dengan baik sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa, peserta umum, dan perwakilan dinas saling berbagi pengalaman dan pengetahuan selama proses praktik lapangan berlangsung. Situasi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif dan memperkuat semangat kerja sama lintas sektor dalam upaya pelestarian budaya.

Melalui pelaksanaan Bimtek Arkeologi ini, Lereng Selatan Gunung Hyang kembali mendapat perhatian sebagai kawasan yang memiliki potensi besar dalam kajian arkeologi dan sejarah budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian warisan budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga masyarakat umum.

Dengan semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan berlangsung, mahasiswa SPI UIN KHAS Jember diharapkan dapat terus berperan aktif dalam pengembangan kajian sejarah dan pelestarian budaya di masa mendatang. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 


Tag :

Diposting Pada : 21 Mei 2026, 19:11 | Oleh : M. AL QAUTSAR PRATAMA, M.Hum
Dilihat : 344