Membanggakan! Alumni SPI FUAH UIN KHAS Lolos Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN Periode V 2026

Jember – Kabar membanggakan kembali datang dari Exlima Ramadani, Alumni Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Exlima Ramadani, Salah satu alumni Prodi Sejarah dan Peradaban Islam tahun 2026 berhasil meraih prestasi dengan lolos sebagai peserta Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Periode V Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Judul Film "Naskah-Naskah Masyarakat Madura di Ujung Timur Pulau Jawa.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lulusan Prodi Sejarah dan Peradaban Islam tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat di bidang sejarah dan peradaban Islam, tetapi juga mampu bersaing pada program-program nasional yang berorientasi pada pengembangan riset, pelestarian pengetahuan lokal, serta penguatan inovasi berbasis kearifan lokal.
Program Akuisisi Pengetahuan Lokal merupakan salah satu program strategis BRIN yang bertujuan mendokumentasikan, mengembangkan, dan memanfaatkan berbagai bentuk pengetahuan lokal yang hidup di tengah masyarakat sebagai sumber penguatan riset, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui program ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ilmiah yang berkontribusi terhadap pelestarian warisan budaya dan pengetahuan masyarakat Indonesia.
Prestasi yang diraih alumni SPI ini sekaligus menjadi refleksi keberhasilan proses pembelajaran di lingkungan FUAH UIN KHAS Jember yang senantiasa mendorong mahasiswa dan lulusannya untuk aktif dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan keilmuan berbasis budaya dan sejarah. Berikut beberapa isi pernyataan langsung dari Exlima Ramadani.
"Tentunya saya merasa sangat bersyukur dan bangga karena karya ini lolos akuisisi audiovisual BRIN. Bagi saya, ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kekayaan manuskrip Nusantara, khususnya naskah-naskah Madura di Ujung Timur Pulau Jawa. Karya ini juga tidak lepas dari hasil riset Dr. Agus Iswanto, S.S., MA.Hum., dan saya mengucapkan terima kasih atas waktu, ilmu, serta kesediaan beliau untuk berbagi dalam proses wawancara".
"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, saya percaya teknologi tidak harus menjauhkan kita dari sejarah. Justru teknologi dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan warisan budaya dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami".
"Saya berharap Gen Z menonton karya audiovisual ini karena mereka adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi digital. Melalui karya audiovisual ini, mereka dapat melihat bahwa manuskrip kuno bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan, nilai kehidupan, dan identitas budaya yang tetap relevan hingga sekarang".
"Harapan saya, karya audiovisual ini dapat mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi masa kini maupun yang akan datang".
Tag :