Mahasiswa PPL FUAH UIN KHAS Gelar Diskusi Interaktif dengan Rendezvous Kalimetro Malang

Home >Berita >Mahasiswa PPL FUAH UIN KHAS Gelar Diskusi Interaktif dengan Rendezvous Kalimetro Malang
Mahasiswa PPL FUAH UIN KHAS Gelar Diskusi Interaktif dengan Rendezvous Kalimetro Malang
Preview

Malang-Rendezvous Kalimetro menggelar diskusi bertajuk “Imperialisme Inteletual & Minda Tertawan” dalam rangkaian Meet the Expert special Edition pada Kamis (20/08/2026) pukul 18.30-21.00 WIB di Ruang Baca dan Toko Buku Rendezvous Kalimetro, Jalan Joyosuko Metro No.42, Merjosari, Kota Malang.

Diskusi ini membahas dua karya pemikir terkemuka Syed Hussein Alatas, yakni buku Imperialisme Intelektual dan Minda Tertawan. Acara menghadirkan bapak Mohd. Rashidi seorang penerjemah buku Syed Hussein Alatas sekaligus sebagai Presiden Lestrati Hikamh Malaysia, Adapun ibu Millatuz Zakiyah, S.S., M.S., Dosen fakultas Ilmu Budaya Universitas Kebangsaan Malaysia, serta Adapun bapak Harith Aiman dari Lestari Hikmah. Kegiatan dipandu oleh Prisila Natalie selaku moderator. 

Salah satu poin menarik dalam diskusi Adalah salah satu ucapan yang dikatakan oleh ibu Millatuz Zakiyah. Ia menegaskan bahwa Masyarakat tidak dilarang meniru atau mengambil ilmu dari luar, tetapi harus mampu bersikap kritis dalam menyaring setiap pengetahuan yang diterima. “kita boleh meniru, tapi harus mengkritisi. Kita harus pintar memilih mana yang sesuai dengan nilai-nilai lokal dan mana yang berasal dari sains modern,” ujarnya.

Menurutnya Masyarakat juga perlu mengambil nilai-nilai baik dari masa lalu sbagai bekal menghadapi perkembangan zaman. Sabliknya hal-hal yang tidak lagi terbukti relevan atau berdampak buruk tidak perlu dipertahankan. Oleh sebab itu Ketika ada salah satu anak magang bertanya “apa relevansinya buku Imperialisme Inteletual untuk saat ini di indoneisa” belia menjawab “menjadi intelektual yang kritis kata Hussein Alatas”.

Diskusi berlangsugn interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai gagsan dalam buku Imperialisme Intelektual dan Minda tertawan. Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya membangun cara berpikir yang mandiri, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh dominasi pengetahuan dari luar tanpa melalui proses kajian yang kritis.

Kegiatan ini diikuti oleh seuluruh keluarga besae Kalimetrom mulai dari staf hingga karyawan, serta dihdiri sejumlah tamu undangan.melalui forum ini, penyelenggara berharap peserta mmeperoleh pemahaman yang lebih mendalam melalui pemikiran Syed Hussein Alatas sekaligus terdorong untuk membangun tradisi berfikir yang lebih kritis dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan.


Tag :

Diposting Pada : 20 Agustus 2026, 20:59 | Oleh : Muh. Ilham Shohib
Dilihat : 75