MAHASISWA SPI FUAH KULIAH LAPANGAN DI PWNU JATIM: KULIK SEJARAH POLITIK DAN TANTANGAN GEN Z

SURABAYA – Mahasiswa semester 4 Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) melaksanakan kegiatan kuliah lapangan dengan mengunjungi Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendalaman praktis untuk mata kuliah Sejarah Islam Indonesia Pasca Kolonial yang diampu oleh dosen M. Al Qautsar Pratama, M.Hum.
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Riadi Ngasiran, seorang sejarawan sekaligus Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur. Kehadiran tokoh penentu kebijakan kebudayaan NU ini memberikan ruang diskusi yang sangat dinamis dan berbobot bagi para mahasiswa.
Kuliah lapangan ini dirancang bukan sekadar sebagai kunjungan formal, melainkan ruang bedah sejarah secara kritis. Fokus utama mahasiswa SPI dalam kunjungan ini adalah mengulik lebih dalam mengenai peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam pergulatan dan perjalanan politik di Indonesia pasca kemerdekaan.
Selain membahas peta historis masa lalu, diskusi berkembang menyentuh dinamika kontemporer. Salah satu topik utama yang menekankan urgensi masa kini adalah bagaimana strategi NU dalam bersinergi lebih erat dengan Generasi Z (Gen Z). Menghadapi pergeseran budaya digital dan pola pikir generasi muda saat ini diakui menjadi salah satu tantangan besar bagi organisasi sebesar NU.
"Diskusi ini membuka mata kami bahwa sejarah bukan cuma soal membaca masa lalu, tapi bagaimana organisasi sebesar NU merespons tantangan zaman yang dibawa oleh generasi kami," ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Suasana ruang pertemuan PWNU Jatim seketika hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Mahasiswa semester 4 SPI memanfaatkan momentum ini dengan melontarkan berbagai pertanyaan kritis terkait posisi politik NU di berbagai era hingga adaptasi kulturalnya di ruang urban.
Semua pertanyaan tersebut dijawab langsung secara lugas dan komprehensif oleh Riadi Ngasiran. Dengan latar belakangnya sebagai sejarawan, beliau memberikan perspektif sosiologis dan historis yang kaya, membuat jalannya diskusi menjadi sangat interaktif dan menarik.
Kegiatan kuliah lapangan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa SPI agar mampu mengontekstualisasikan teori-teori sejarah pasca kolonial yang selama ini dipelajari di dalam ruang kelas ke dalam realitas gerakan organisasi Islam di Indonesia.
Tag :