Linguistic & Cultural Safari: Mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember Belajar Bahasa dan Budaya Bersama Mahasiswa Internasional

Home >Berita >Linguistic & Cultural Safari: Mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember Belajar Bahasa dan Budaya Bersama Mahasiswa Internasional
Linguistic & Cultural Safari: Mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember Belajar Bahasa dan Budaya Bersama Mahasiswa Internasional
Preview

Jember, 4 November 2026 – Mengisi waktu perkuliahan yang kosong dengan kegiatan positif dan menyenangkan, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mengadakan kegiatan bertajuk “Linguistic & Cultural Safari: Exploring the World with International Students” pada Rabu (4/11/2026). Bertempat di ruang Prodi IPII FUAH, kegiatan ini menjadi ajang pertukaran bahasa dan budaya antara mahasiswa IPII dengan mahasiswa internasional asal Bangladesh, Abu Bakar.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk saling mengenal bahasa dan budaya masing-masing. Tidak hanya menjadi ruang komunikasi lintas negara, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman belajar bahasa secara langsung melalui interaksi sehari-hari. Mahasiswa IPII dan Abu Bakar saling berbagi pengetahuan mengenai cara memperkenalkan diri menggunakan bahasa yang berbeda.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa IPII belajar memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Bangla, yaitu bahasa yang digunakan di Bangladesh. Mereka diperkenalkan dengan kosakata dan ungkapan sederhana yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari. Salah satu materi yang dipelajari adalah cara menyebutkan nama dan asal daerah dalam bahasa Bangla.

Abu Bakar menjelaskan bahwa untuk menyampaikan ungkapan "nama saya" dalam bahasa Bangla dapat menggunakan frasa _Aamar naam._ Sementara itu, untuk menyebutkan asal daerah (misalnya saya dari Indonesia) dapat menggunakan ungkapan _Ami Indonesia theke._ Melalui pengenalan ungkapan sederhana tersebut, mahasiswa IPII memperoleh pengalaman baru dalam mempelajari bahasa asing secara langsung dari penutur yang berasal dari negara tersebut.

Menariknya, proses pertukaran bahasa tidak hanya berlangsung satu arah. Abu Bakar yang merupakan mahasiswa internasional di Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) juga berkesempatan mempelajari bahasa daerah yang digunakan oleh mahasiswa IPII. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah memperkenalkan cara menyebutkan nama dan asal daerah menggunakan bahasa ibu masing-masing.

Keberagaman latar belakang mahasiswa IPII menjadikan kegiatan ini semakin menarik. Ada mahasiswa yang berasal dari Jember, Banyuwangi, Madura, Lombok, hingga Jambi. Masing-masing memperkenalkan ungkapan dalam bahasa daerahnya sehingga Abu Bakar dapat mengenal kekayaan bahasa yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman ini sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki keragaman bahasa dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya.

Bagi mahasiswa IPII, kegiatan ini menjadi pengalaman menyenangkan karena mereka dapat belajar bahasa Inggris dan Bangla secara langsung melalui praktik percakapan. Sementara itu, bagi Abu Bakar, kesempatan mempelajari berbagai bahasa daerah Indonesia menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya masyarakat di lingkungan kampus. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang komunikatif, menyenangkan, dan saling menghargai perbedaan.

Melalui kegiatan Linguistic & Cultural Safari, mahasiswa diajak memahami bahwa pembelajaran bahasa dan pelestarian budaya tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas melalui kegiatan perkuliahan formal. Interaksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi sarana untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan bahasa serta budaya. Dengan saling memperkenalkan bahasa masing-masing, mahasiswa turut berkontribusi dalam menjaga keberadaan bahasa daerah sekaligus membangun keterbukaan terhadap bahasa dan budaya bangsa lain.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran informal yang terus dikembangkan di lingkungan Prodi IPII FUAH UIN KHAS Jember. Selain meningkatkan keberanian mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing, kegiatan semacam ini juga dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kekayaan bahasa daerah sebagai warisan budaya. Melalui perjumpaan lintas bahasa dan budaya yang sederhana, mahasiswa dapat belajar bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk berkomunikasi, melainkan jembatan untuk saling mengenal dan memperkaya wawasan.


Tag :

Diposting Pada : 5 November 2026, 18:38 | Oleh : Muh. Ilham Shohib
Dilihat : 51