Mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember Diajak Tour Virtual Perpustakaan Tilburg University Belanda

Home >Berita >Mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember Diajak Tour Virtual Perpustakaan Tilburg University Belanda
Mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember Diajak Tour Virtual Perpustakaan Tilburg University Belanda
Preview

Jember, 19 Oktober 2026 – Mengisi waktu sore dengan kegiatan edukatif dan inspiratif, mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember diajak mengenal lebih dekat fasilitas dan layanan perpustakaan Tilburg University, Belanda, melalui kegiatan tur virtual. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin (19/10/2026) pukul 16.00 WIB ini menghadirkan Al Furqon, M.Th.I., Ph.D., dosen FUAH UIN KHAS Jember yang sedang melaksanakan program postdoctoral di Tilburg University, Belanda.

Dalam kegiatan tersebut, Al Furqon mengajak mahasiswa berkeliling secara virtual untuk melihat berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan Tilburg University. Melalui penjelasan dan visualisasi langsung, mahasiswa memperoleh gambaran tentang bagaimana perpustakaan perguruan tinggi di Belanda mengelola ruang, koleksi, serta layanan untuk mendukung kebutuhan akademik sivitas universitas.

Al Furqon menjelaskan bahwa perpustakaan Tilburg University memiliki beragam area yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Fasilitas tersebut mencakup area santai, ruang belajar, koleksi buku kuno, hingga area peminjaman dan pengembalian buku yang telah menerapkan konsep self-service atau layanan mandiri. Keberagaman fasilitas ini memberikan pilihan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan belajar mereka.

Salah satu hal menarik yang diperkenalkan dalam tur virtual tersebut adalah sistem peminjaman buku yang memanfaatkan layanan daring dan mekanisme pengambilan mandiri. Al Furqon menjelaskan bahwa pemustaka dapat melakukan pemesanan buku secara online, kemudian pustakawan menyiapkan buku tersebut di rak yang telah ditentukan untuk diambil oleh pemustaka. Sementara itu, proses pengembalian buku juga dilakukan secara mandiri melalui sistem yang tersedia.

"Di sini kalau pinjam bisa via online, nanti bukunya akan diletakkan di rak oleh pustakawannya, pemustaka tinggal ambil. Kalau mengembalikan, nanti melalui sistem seperti ini, juga mandiri," ujarnya saat menjelaskan mekanisme layanan perpustakaan kepada mahasiswa.

Selain sistem layanan yang praktis, Al Furqon juga menyoroti pentingnya kenyamanan lingkungan dalam mendukung kegiatan akademik. Menurutnya, area di dalam perpustakaan maupun lingkungan sekitar universitas dirancang sedemikian rupa agar mahasiswa dapat belajar dengan nyaman. Penataan ruang yang memperhatikan kebutuhan pengguna memungkinkan mahasiswa memilih tempat yang sesuai untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, maupun beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas perkuliahan.

Upaya menciptakan kenyamanan tersebut terlihat dari tersedianya berbagai fasilitas pendukung, termasuk kursi santai dan kursi pijat di area perpustakaan. Fasilitas ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman koleksi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memperhatikan kenyamanan dan pengalaman pemustaka. Dengan demikian, perpustakaan menjadi lingkungan yang mendukung keseimbangan antara aktivitas belajar dan kebutuhan beristirahat.

Tidak hanya memperkenalkan fasilitas perpustakaan, dalam kesempatan tersebut Al Furqon juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang memiliki minat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi maupun mengikuti program short course di luar negeri. Ia mengajak mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, terutama dengan meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai salah satu bekal penting untuk mengakses peluang pendidikan internasional.

Menurut Al Furqon, penguasaan bahasa menjadi modal utama bagi mahasiswa yang ingin meraih beasiswa studi lanjut di luar negeri. Kemampuan bahasa yang baik akan membantu mahasiswa memenuhi persyaratan seleksi, mengikuti proses pembelajaran, serta beradaptasi dengan lingkungan akademik internasional. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih giat berlatih bahasa dan aktif mencari informasi mengenai peluang beasiswa maupun program akademik di berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Antusiasme mahasiswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa menunjukkan ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh mengenai peluang studi lanjut di Tilburg University maupun perguruan tinggi lain di Eropa. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggali informasi sekaligus memperoleh gambaran awal mengenai persiapan yang perlu dilakukan untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Menanggapi antusiasme tersebut, Al Furqon menyampaikan kesediaannya untuk membantu mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. "Saya siap membantu kalau ada temen-temen mahasiswa yang mau studi lanjut di sini ataupun di kampus luar negeri lainnya," tuturnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam merencanakan masa depan akademik dan berani memanfaatkan peluang pendidikan di tingkat internasional.

Melalui kegiatan tur virtual ini, mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi di tingkat internasional sekaligus memperoleh inspirasi untuk mengembangkan kapasitas diri. Pengalaman yang dibagikan Al Furqon menunjukkan bahwa kualitas layanan perpustakaan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan koleksi, tetapi juga oleh kemudahan akses, pemanfaatan teknologi, penataan ruang, dan perhatian terhadap kenyamanan pengguna.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lintas negara yang memungkinkan mahasiswa mengenal praktik layanan perpustakaan di lingkungan akademik internasional tanpa harus datang langsung ke Belanda. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang studi lanjut dan program akademik internasional, serta pentingnya mempersiapkan kemampuan bahasa sebagai langkah awal meraih beasiswa.

Tur virtual tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk melihat perpustakaan sebagai ruang belajar yang dinamis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengalaman dan jejaring akademik internasional dapat dimanfaatkan untuk mendorong mahasiswa IPII FUAH UIN KHAS Jember agar terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan berani meraih kesempatan belajar di tingkat global.


Tag :

Diposting Pada : 19 Oktober 2026, 22:38 | Oleh : Muh. Ilham Shohib
Dilihat : 69