12 Mahasiswa SPI FUAH UIN KHAS Jember Lolos sebagai Presenter Internasional FAITHS 2026

Home >Berita >12 Mahasiswa SPI FUAH UIN KHAS Jember Lolos sebagai Presenter Internasional FAITHS 2026
12 Mahasiswa SPI FUAH UIN KHAS Jember Lolos sebagai Presenter Internasional FAITHS 2026
Preview

JEMBER – Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik internasional. Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) berhasil lolos seleksi call for papers dan terpilih sebagai presenter dalam The 2nd FUAH Annual International Talks on Humanities and Spirituality (FAITHS) 2026. Capaian yang diraih mahasiswa semester V dan VII ini menjadi prestasi penting sekaligus rekor tersendiri bagi partisipasi mahasiswa SPI FUAH UIN KHAS Jember dalam forum akademik internasional tersebut.

Kegiatan FAITHS 2026 diselenggarakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Aula Perpustakaan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora, UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Forum ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan gagasan, hasil penelitian, dan perspektif ilmiah dalam kajian humaniora dan spiritualitas. Keikutsertaan mahasiswa SPI UIN KHAS Jember membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji argumentasi ilmiah, memperluas jejaring akademik, serta memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah yang lebih luas.

Dua belas mahasiswa yang lolos sebagai presenter tersebut adalah Muhammad Taofik melalui paper “The Role of the Muslim Community During the Revolution and the Early Period of Independence”; Khoirotun Nisa dengan kajian “The Conflict Between the Duchy of Surabaya and Mataram Sultanate (1614–1625) in the Historical Record of the Museum of Surabaya”; serta Sabilaa Faza Nur Arifin melalui penelitian “Aesthetics and Symbolism of Islamic Architecture: Historical and Philosophical Analysis of Alhambra Palace in Granada, 13th–15th Century”. Ketiga paper tersebut menunjukkan keragaman perspektif sejarah politik, konflik antarkerajaan, dan warisan arsitektur Islam dalam lintasan sejarah dunia.

Eksplorasi sejarah maritim, jaringan intelektual Islam, dan proses Islamisasi juga menjadi perhatian mahasiswa SPI. Marsya Dwi Amailia mengangkat paper “Pelabuhan Nusantara dalam Jaringan Islam Global: Rekonstruksi Sejarah Maritim melalui Sumber Arab, Pegon, dan Bukti Arkeologis”. Mar'atul Mahmudah meneliti “The Intellectual Legacy of Nusantara Islam: The 20th-Century Network of Syattariyah Sufi Scholars from the Dedalan Manuscript in Jember”, sedangkan Tisya Ma'isatus Sa'adah membahas “A Wave of Faith on the Island of Sulawesi: The Process of Islamization in Sulawesi”. Ketiga penelitian ini memperlihatkan upaya mahasiswa menghubungkan sejarah lokal dan regional dengan jaringan intelektual serta dinamika penyebaran Islam yang lebih luas.

Dimensi sejarah Asia Tengah dan Islam di Eropa juga hadir melalui penelitian Mochamad Rivan Prahasta Raharjo berjudul “The Transformation of Gur-e Amir from an Individual Tomb to a Timurid Dynasty Mausoleum Complex in Samarkand (1403–1424)” dan Fatin Nur Wahidah Suminto dengan paper “The Internal Crisis and the Fall of the Emirate of Granada as the Last Islamic Power on the Iberian Peninsula, 1450–1492 CE”. Sementara itu, Lintang Brata Siwi mengkaji “An Analysis of the Politics of Women's Bodies and Reproductive Health in the Dutch East Indies Regarding the 1937 Marriage Ordinance” berkolaborasi dengan Dosen SPI, M Al-Qautsar Pratama. Ketiga topik tersebut memperluas cakupan kajian SPI, mulai dari sejarah dinasti dan arsitektur monumental hingga politik gender, kesehatan reproduksi, dan kebijakan kolonial.

Perspektif sejarah sosial masyarakat dan kebudayaan lokal turut memperkaya kontribusi mahasiswa. Atana Ridolloh Kamila mengangkat “The Socio-Religious Response of the Muslim Plantation Community in Facing the Cholera Outbreak in Jember, 1875–1911”, sedangkan Amali Nur Sabila meneliti “A Culinary Journey Through Jember in a 20th-Century Ancient Text (the Rokat Manuscript)”. Adapun Ashfa Ashfiyatus Shofiyyah mempresentasikan kajiannya dengan tajuk “Islamic Environmental Ethics (Fiqh al-Bi'ah) and the Protection of Cultural Heritage Sites in the Management of Ecotourism at Puncak Badean, Jember”. Ketiga penelitian tersebut menunjukkan potensi pengembangan kajian sejarah yang bersinggungan dengan kesehatan masyarakat, manuskrip kuliner, etika lingkungan Islam, serta pelestarian warisan budaya.

Keberagaman tema dalam 12 paper tersebut mencerminkan perkembangan orientasi akademik mahasiswa SPI yang tidak hanya berfokus pada rekonstruksi peristiwa masa lalu, tetapi juga menghubungkan sejarah dengan persoalan sosial, politik, kebudayaan, lingkungan, dan kehidupan keagamaan. Pemanfaatan sumber sejarah, termasuk manuskrip lokal, catatan museum, serta pendekatan lintas disiplin, menjadi bagian penting dalam memperkaya penelitian. 

Keikutsertaan dalam forum internasional juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan menyusun argumen berbasis sumber, menyampaikan temuan penelitian secara akademik, dan membangun dialog ilmiah lintas institusi dan bahkan negara. 

Keberhasilan 12 mahasiswa tersebut menjadi momentum strategis bagi Prodi Sejarah dan Peradaban Islam FUAH UIN KHAS Jember untuk terus memperkuat budaya riset, publikasi, dan partisipasi mahasiswa dalam forum akademik internasional. 

Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa kajian Sejarah dan Peradaban Islam memiliki ruang kontribusi yang luas dalam percakapan akademik global, terutama melalui pengembangan sejarah kawasan, studi manuskrip, sejarah sosial, dan kajian Islam kontemporer. 

Prestasi di FAITHS UIN Saizu 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan penelitian yang inovatif, berlandaskan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu menghubungkan kekayaan sejarah dan budaya lokal dengan dinamika keilmuan internasional.


Tag :

Diposting Pada : 14 Oktober 2026, 15:23 | Oleh : Muh. Ilham Shohib
Dilihat : 239