Yudisium XXXV FUAH 2026: Momentum Prestasi dan Inspirasi Mahasiswa Ilmu Hadis

Jember - Suasana khidmat berpadu semarak mewarnai pelaksanaan Yudisium XXXV Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Hotel Royal Jember. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 83 peserta dari empat program studi untuk menandai keberhasilan akademik mereka sekaligus melangkah menuju fase baru kehidupan.
Dalam gelaran tersebut, dua mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) mencuri perhatian melalui capaian prestasi yang menonjol, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mempertegas kualitas lulusan Prodi Ilmu Hadis di lingkungan FUAH.
Tusamma Salsabila, mahasiswa angkatan 2022, berhasil meraih predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dengan capaian 3,84. Raihan ini mencerminkan konsistensi akademik yang kuat sekaligus disiplin tinggi dalam menempuh studi, di tengah tantangan perkuliahan yang semakin kompleks dan kompetitif.
Sementara itu, Moch. Choirul Fahmi, mahasiswa angkatan 2020, dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi di bidang organisasi. Penghargaan ini menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam aktivitas kemahasiswaan dan pengembangan kepemimpinan, baik di internal maupun di eksternal kampus.
Pelaksanaan yudisium berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Seluruh jajaran dekanat, jurusan, hingga program studi turut hadir, menciptakan atmosfer kebersamaan yang kuat sekaligus menjadi ruang refleksi atas perjalanan akademik para peserta.
Dalam sambutannya, Dekan FUAH, Prof. Ahidul Asror, menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta terus mengembangkan kapasitas keilmuan. Ia juga mengingatkan bahwa lulusan FUAH harus siap menghadapi realitas dunia kerja yang dinamis, bahkan ketika peluang karier tidak selalu linier dengan bidang studi yang ditempuh.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bekal keilmuan di bidang keagamaan, bahasa, dan humaniora justru menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan multidisipliner. Perspektif ini menuntut para lulusan untuk adaptif, terbuka, dan mampu memposisikan diri dalam berbagai sektor profesional.
Secara terpisah, Koordinator Prodi Ilmu Hadis, Muhammad Faiz, menyampaikan apresiasi atas capaian dua mahasiswanya tersebut. Ia menilai prestasi ini bukan sekadar pencapaian individu, melainkan juga sumber inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya angkatan baru dan adik tingkat di bawah mereka, untuk terus meningkatkan kualitas diri baik dalam aspek akademik maupun pengembangan organisasi.
Tag :