RAKOREV FUAH: Reorientasi Kurikulum Prodi-Prodi Islamic Studies Berbasis MBKM: Tantangan dan Proyeksi di Era Disrupsi.

(22/6/2023) Tim Rapat Koordinasi dan Kurikulum Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora memiliki kegentingan dalam pembenahan dan evaluasi kurikulum maupun visi misi setiap program studi. Kegentingan tersebut mendorong para akademisi Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora untuk menyegerakan adanya Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan stakeholder eksternal UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Maka dari itu hari Kamis pada tanggal 22 Juni 2023 Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kurikulum di Mirah Hotel Banyuwangi. Acara ini diikuti oleh Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, jajaran Wakil Dekan , jajaran Kaprodi, beberapa staff dan stakeholder fakultas.
Acara dibuka pada pukul 13.00 WIB dengan pembacaan Al-fatihah bersama. Dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ushluddin Adab dan Humaniora (FUAH) Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya beliau berharap, “Program Studi yang berada di bawah naungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) harus tetap menjadi pilihan dari Islamic studies yang dapat menjawab tantangan dan proyeksi di Era Disrupsi.” Dilanjutkan dengan sambutan rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M. mengungkapkan bahwa “Akreditasi unggul menjadi bagian yang harus kita pelihara bersama, yang nantinya untuk program studi yang memiliki akreditasi A atau unggul dapat meningkatkan pada akreditasi Internasional”.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Abdullah Faqih, M.A., M.Ed. Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, dalam pemaparannya beliau mengungkapkan dasar dari Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka (MBKM) adalah “Didiklah anak-anakmu karena sesungguhnya merka akan hidup di zaman yang tidak sama dengan zamanmu”. Beliau juga mengungkapkan bahwa” dalam prodi-prodi keislaman untuk menjawab tantangan MBKM, selain membekali dengan keilmuan Keislaman juga harus membekali dengan skill, attitude dan values. Sehingga dapat mencetak output dan outcome yang memiliki keilmuan interdisipliner dan multidisipliner.”
Disambung dengan Pematik Materi Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., mengungkapkan bahwa “Untuk membedakan Fakultas Ushluddin Adab dan Humaniora dengan pesantren-pesantren yaitu dengan mengintegrasikan dan menginterkoneksikan antara ilmu keislaman dengan ilmu kekinian”.
Pada akhir acara ada masukan dari salah satu stakeholder Bapak Musta’in Hakim, S.Ag., M.H.I., beliau memberi masukan agar FUAH, haruslah dapat memberikan satu penegasan, bahwa FUAH dapat mencetak lulusan yang dapat diterima dalam berbagai kebutuhan pekerjaan yang ada di tengah masyarakat.”
Tag :