Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Gelar Seminar Kritik Hadis Hadapi Tantangan Hoaks

Jember. Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, menggelar Seminar Kritik Hadis pada Rabu siang, 23 September 2025. Seminar ini dilaksanakan di Aula FUAH lantai 2 dengan menghadirkan narasumber akademisi hadis, Dr. Akhmad Zaeni, M.Pd, dari Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember.
Acara tersebut dihadiri mayoritas mahasiswa baru angkatan 2025 Prodi Ilmu Hadis, serta mahasiswa semester III. Selain itu, beberapa perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis juga turut hadir untuk meramaikan kegiatan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber sepanjang jalannya seminar.
Dalam sambutannya, Koordinator Prodi Ilmu Hadis, Muhammad Faiz, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan mata kuliah di Prodi Ilmu Hadis. Tahun 2025, program studi menitikberatkan pada kajian kritik hadis dan filologi sebagai tema utama penguatan dan pengembangan, terutama untuk mahasiswa semester awal.
Ditemui terpisah, Muhammad Faiz menjelaskan bahwa penguatan tema tersebut sangat penting karena mahasiswa perlu dibekali kemampuan analisis yang mendalam terhadap teks hadis. Menurutnya, kritik hadis bukan hanya disiplin ilmu klasik, tetapi juga relevan dengan konteks akademik modern dalam menjaga validitas ajaran Islam.
Sebagai narasumber utama, Dr. Akhmad Zaeni menyampaikan materi dari mulai definisi kritik hadis hingga seputar urgensi kajian kritik hadis dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa kritik hadis berperan besar dalam menjaga otentisitas ajaran Islam sekaligus membangun tradisi berpikir kritis di kalangan akademisi muslim.
Lebih lanjut, Dr. Zaeni menyinggung relevansi kritik hadis dalam menjawab fenomena kontemporer, seperti maraknya hoaks, fitnah, dan distorsi teks agama yang beredar luas di media sosial. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali cara berpikir yang analitis agar tidak mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan.
Peserta seminar, khususnya mahasiswa baru, tampak antusias mengikuti setiap sesi pemaparan. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dengan narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa semangat untuk memperdalam ilmu hadis sudah mulai tumbuh sejak awal masa perkuliahan mereka.
Dengan terlaksananya seminar ini, Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Jember berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya kritik hadis dalam studi keislaman. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan kemampuan analitis, sekaligus meneguhkan komitmen akademik Prodi Ilmu Hadis dalam menghadapi tantangan era digital.
Tag :