Mahasiswi Ilmu Hadis FUAH Raih Juara 2 Nasional di Parade Programming Hadis 2026

JEMBER. Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika FUAH Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember di kancah nasional. Jamilatuz Zahro Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis berhasil menyabet gelar Juara 2 Tingkat Nasional dalam ajang bergengsi Parade Programming Hadis 2026.
Ajang kompetisi nasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Lembaga Studi Hadis Khadijah. Puncak acara sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, bertempat di Taman & Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Rangkaian kompetisi ini berlangsung dalam tempo yang cukup padat. Dimulai dari tahap pendaftaran dan pengumpulan karya pada 27–31 Mei 2026, seluruh karya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia kemudian disaring melalui tahap penjurian yang ketat pada 1 Juni 2026.
Pada hari puncak, panitia mengumumkan daftar finalis dari Juara 1 hingga Juara Harapan 3 yang diwajibkan untuk hadir langsung di lokasi acara di Yogyakarta. Karena penyampaian informasi kelulusan yang sangat mendadak, keterbatasan waktu membuat perwakilan dari UIN KHAS Jember tidak dapat menghadiri acara puncak secara langsung di Yogyakarta.
Namun, rasa kecewa karena absen di panggung penghargaan seketika berubah menjadi sujud syukur saat namanya resmi diumumkan sebagai peraih Juara 2 Nasional.
Kompetisi ini menjadi bukti nyata bahwa kajian keislaman klasik mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui sentuhan inovasi digital, materi hadis yang terkesan berat berhasil dikemas menjadi produk visual yang segar dan informatif.
"Awalnya sempat minder karena pesertanya dari seluruh Indonesia. Tapi ternyata ilmu hadis bisa dikemas secara kekinian lewat desain infografis. Rasa capek karena harus begadang mencari informasi tokoh dan menyusun desain akhirnya terbayar lunas," ungkapnya saat diwawancarai.
Ia juga menambahkan bahwa proses kreatif di balik layar kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam hal manajemen waktu yang ketat, riset mendalam mengenai biografi dan sanad tokoh hadis, serta seni menyampaikan kajian klasik agar lebih memikat bagi generasi muda (Gen Z).
Keberhasilan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian personal semata, melainkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya, khususnya di lingkungan UIN KHAS Jember.
"Dari prestasi ini, saya berharap dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Jember lainnya untuk terus berkarya. Kita harus menunjukkan bahwa kajian hadis tidak kaku, melainkan mampu bersinergi secara dinamis dengan inovasi digital," pungkasnya optimis.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi UIN KHAS Jember sebagai rahim bagi para akademisi muda yang tidak hanya menguasai khazanah keilmuan Islam klasik (turats), tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi informasi di era digital.
Tag :