HMPS Ilmu Hadis UIN KHAS Jember Gelar Ribathul Muhadditsin Vol. 3, Angkat Tema Krisis Kesadaran Ideologis

Home >Berita >HMPS Ilmu Hadis UIN KHAS Jember Gelar Ribathul Muhadditsin Vol. 3, Angkat Tema Krisis Kesadaran Ideologis
HMPS Ilmu Hadis UIN KHAS Jember Gelar Ribathul Muhadditsin Vol. 3, Angkat Tema Krisis Kesadaran Ideologis
Preview

Jember, 24 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali menggelar kegiatan tahunan unggulannya, Ribathul Muhadditsin, yang kini telah memasuki Volume ke-3. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema besar “Manifesto Muhadditsin: Refleksi Kritis atas Malapetaka Kesadaran Ideologis”, sebuah tema yang sarat dengan refleksi akademik sekaligus spiritual bagi para pegiat hadis di lingkungan kampus.
Kegiatan yang diselenggarakan di Pesantren Skill Nurul Hayat Sukorambi, Jember, asuhan Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Oktober 2025. Ribathul Muhadditsin menghadirkan atmosfer intelektual yang khas, di mana para peserta diajak untuk kembali menelusuri semangat para muhaddits dalam menjaga kemurnian hadis dan mengkaji warisan keilmuan Islam dengan pendekatan kritis dan kontekstual.
Dalam kegiatan pembukaan, turut hadir Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH), Dr. Zainal Anshari, yang menegaskan pentingnya memperkuat core keilmuan hadis sebagai fondasi dasar bagi seluruh mahasiswa UIN KHAS, tanpa terkecuali lintas program studi, khususnya mahasiswa Ilmu Hadis. Ia menilai kegiatan seperti Ribathul Muhadditsin bukan sekadar forum akademik, tetapi juga laboratorium spiritual yang menumbuhkan kesadaran keilmuan dan moralitas Islami di kalangan mahasiswa.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Ilmu Hadis (ILHA), Muhammad Faiz, dalam sambutannya memberikan dorongan kuat kepada panitia dan peserta agar menjadikan Ribathul Muhadditsin sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, shilatul fikri, dan shilatul ilmi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang diskusi teoritis, melainkan juga wadah pembentukan karakter calon ilmuwan hadis yang memiliki daya juang spiritual dan sosial tinggi.
Lebih lanjut, Faiz mengingatkan para peserta agar mengikuti setiap sesi kegiatan dengan fokus dan kesungguhan. “Ribath ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi medan latihan ruhani dan intelektual. Peserta akan memperoleh dua manfaat sekaligus: penguatan akademik dan penyucian spiritualitas,” ujarnya dengan penuh semangat yang disambut antusias para peserta.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan Ribathul Muhadditsin Vol. 3 diisi oleh sejumlah narasumber kompeten dari Prodi Ilmu Hadis UIN KHAS Jember. Di antaranya Siti Qurrotul Aini, M.Hum, yang membedah tema “Kontroversi Hadis-Hadis Misoginis” dengan pendekatan hermeneutik dan gender. Narasumber kedua, Fitah Jamaludin, M.Ag, menyajikan kajian “Living Hadis” yang menggugah kesadaran mahasiswa untuk melihat hadis dalam dinamika sosial kontemporer.
Dalam sesi materi juga menampilkan Muhammad Faiz, M.A., dengan fokus pembahasan mengenai “Hadis-Hadis Pembebasan” yang mengajak peserta untuk menafsirkan hadis sebagai kekuatan emansipatif dan moral dalam menghadapi krisis kemanusiaan modern. Adapun narasumber terakhir, Alief Firdaus, menutup rangkaian diskusi dengan paparan menarik tentang “Hadis-Hadis Ekologi”, menyoroti relasi antara manusia, alam, dan wahyu sebagai basis teologi lingkungan dalam Islam.
Sebagai kegiatan unggulan tahunan HMPS Ilmu Hadis, Ribathul Muhadditsin Vol. 3 tidak hanya memperkuat jaringan intelektual antar mahasiswa, tetapi juga menghidupkan kembali semangat ribath — yakni ikatan ilmu dan iman — sebagaimana diwariskan oleh para ulama hadis terdahulu. Dengan semangat manifesto intelektual ini, Ribathul Muhadditsin menjadi bukti nyata bahwa studi hadis bukan hanya tradisi tekstual, melainkan juga gerakan kesadaran untuk merawat kemanusiaan dan keislaman di tengah perubahan zaman.


Tag :

Diposting Pada : 26 Oktober 2025, 16:34 | Oleh : Admin
Dilihat : 140