Dosen FUAH UIN KHAS Teliti Fenomena Career Anxiety pada Mahasiswa Keagamaan dan Humaniora

Jember, UIN KHAS Jember – Dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif serta perubahan kebutuhan kompetensi di era digital turut memberikan tantangan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan karier. Kondisi tersebut mendorong dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember untuk melakukan penelitian mengenai fenomena career anxiety pada mahasiswa bidang keagamaan dan humaniora.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Maskud, S.Ag., M.Si. sebagai Peneliti 1 dan Anggi Trivina Palupi, M.Pd. sebagai Peneliti 2. Riset ini diarahkan untuk memahami fenomena kecemasan karier yang muncul di kalangan mahasiswa, termasuk faktor-faktor yang melatarbelakanginya serta implikasinya terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional setelah menyelesaikan studi.
Fenomena career anxiety menjadi isu yang penting untuk dikaji karena masa perkuliahan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga merupakan fase transisi menuju kehidupan profesional. Pada fase tersebut, mahasiswa mulai berhadapan dengan berbagai pertanyaan mengenai pilihan pekerjaan, peluang karier, kompetensi yang dimiliki, persaingan di dunia kerja, hingga ketidakpastian mengenai masa depan.
Bagi mahasiswa pada bidang keagamaan dan humaniora, persoalan tersebut memiliki kompleksitas tersendiri. Kompetensi lulusan pada bidang ini memiliki cakupan yang luas, mulai dari kemampuan keagamaan, bahasa, komunikasi, penelitian, analisis sosial dan budaya, hingga kemampuan berpikir kritis. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki pemahaman yang sama mengenai bagaimana kompetensi tersebut dapat dikembangkan dan dikonversikan menjadi peluang karier.
Sebagai salah satu tahapan penelitian, tim peneliti melaksanakan Webinar dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkaya perspektif akademik sekaligus memperoleh masukan dari para akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam kajian sosial-humaniora serta isu mahasiswa.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Muhammad Khodafi, S.Sos., M.Si. dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dr. Muhammad Ridho, M.A. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
Kehadiran kedua narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam memahami fenomena career anxiety pada mahasiswa. Diskusi tidak hanya diarahkan untuk melihat kecemasan karier sebagai persoalan individual, tetapi juga mengaitkannya dengan perubahan sosial, perkembangan dunia kerja, lingkungan pendidikan, kompetensi mahasiswa, serta tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi keagamaan dan humaniora.
Melalui forum Webinar dan FGD, tim peneliti juga memperoleh ruang untuk mendiskusikan temuan awal, menguji relevansi kerangka konseptual penelitian, serta mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut dalam proses penelitian.
Pelaksanaan FGD menjadi bagian penting dalam penelitian karena memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan secara akademik antara peneliti dan narasumber. Berbagai pandangan dan masukan yang diperoleh dari forum tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mempertajam analisis penelitian mengenai career anxiety mahasiswa.
Melalui penelitian ini, Dr. Maskud, S.Ag., M.Si. dan Anggi Trivina Palupi, M.Pd. berupaya mengidentifikasi berbagai bentuk kecemasan yang berkaitan dengan masa depan karier mahasiswa. Penelitian juga diarahkan untuk melihat sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi career anxiety, seperti persepsi terhadap peluang kerja, kesiapan kompetensi, kepercayaan diri, perencanaan karier, tuntutan lingkungan, serta dukungan yang diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam konteks mahasiswa keagamaan dan humaniora, persoalan kesiapan karier menjadi semakin penting seiring dengan perubahan karakteristik dunia kerja. Lulusan dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuan utama, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, literasi digital, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, bekerja sama, serta mampu mengidentifikasi peluang karier yang sesuai dengan kompetensi dan potensinya.
Dengan demikian, career anxiety tidak semata-mata dapat dipahami sebagai persoalan personal mahasiswa. Fenomena tersebut juga berkaitan dengan lingkungan akademik, perubahan sosial, dinamika pasar kerja, serta kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas karier mahasiswa.
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi mahasiswa sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan kesiapan karier. Penguatan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program, seperti pendampingan perencanaan karier, pelatihan soft skills, pengembangan kompetensi digital, kegiatan magang, career coaching, seminar dunia kerja, penguatan jejaring dengan alumni dan mitra pengguna lulusan, serta berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa.
Bagi FUAH UIN KHAS Jember, penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset yang responsif terhadap persoalan aktual mahasiswa. Penelitian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kontribusi akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat praktis bagi pengembangan kebijakan dan program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.
Kehadiran riset mengenai career anxiety sekaligus menunjukkan pentingnya perguruan tinggi untuk melihat keberhasilan pendidikan secara lebih luas. Keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur berdasarkan capaian akademik dan kelulusan, tetapi juga berdasarkan kesiapan mereka dalam memasuki dunia profesional, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, serta kepercayaan diri dalam merancang masa depan.
Melalui penelitian yang dilakukan Dr. Maskud, S.Ag., M.Si. dan Anggi Trivina Palupi, M.Pd., serta diperkuat melalui Webinar dan FGD bersama Dr. Muhammad Khodafi, S.Sos., M.Si. dan Dr. Muhammad Ridho, M.A., diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena career anxiety pada mahasiswa keagamaan dan humaniora.
Temuan penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi perguruan tinggi dalam menghadirkan ekosistem akademik yang semakin mendukung pengembangan potensi, kesiapan karier, dan masa depan mahasiswa.
Riset tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dosen FUAH UIN KHAS Jember dalam merespons tantangan pendidikan tinggi kontemporer. Kajian mengenai career anxiety diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan strategi pendampingan mahasiswa yang lebih terarah, sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang memadai, tetapi juga memiliki kesiapan, ketangguhan, dan orientasi karier dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
Tag :