Alumni dan Mahasiswa SPI UIN KHAS Jember Terlibat dalam Workshop Daluang dan Lontar di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari

JOMBANG -
Alumni dan mahasiswa aktif Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Fakultas
Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad
Siddiq (UIN KHAS) Jember, terlibat dalam Workshop Pembuatan Kertas Daluang dan
Menulis di Media Lontar 2026 yang berlangsung di Museum Islam Indonesia KH
Hasyim Asy’ari, Jombang, pada 30 September–1 Oktober 2026.
Empat orang
dari Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam UIN KHAS Jember terlibat dalam
dua sesi utama workshop tersebut. Agus Santoso, S.Hum menjadi narasumber sesi
daluang, didampingi Adam Azizi Yudhistyana Soemarsonom sebagai moderator.
Sementara pada sesi lontar, Gaza Triatama Ramdhani menjadi narasumber dengan M.
Naufal Luthfan Ramadhani sebagai moderator.
Agus Santoso,
Adam Azizi Yudhistyana Soemarsonom, dan M. Naufal Luthfan Ramadhani merupakan
alumni Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab,
dan Humaniora, UIN KHAS Jember. Adapun Gaza Triatama Ramdhani merupakan
mahasiswa aktif pada program studi yang sama.
Keterlibatan
tersebut berlangsung dalam kegiatan yang memperkenalkan daluang dan lontar
sebagai dua material yang digunakan dalam tradisi penulisan. Workshop memadukan
pengenalan sejarah dan karakteristik material dengan praktik pengolahan serta
penggunaannya sebagai media tulis tradisional.
Kegiatan ini
merupakan langkah pembuka dari kerja sama antara Yayasan Studi Sejarah Kulit
Pohon dan Museum dan Cagar Budaya (MCB). Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui
unit Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari sebagai bagian dari MCB.
Agus Santoso
Membawakan Materi Daluang
Sesi pertama
membahas daluang dengan menghadirkan Agus Santoso, S.Hum sebagai narasumber.
Agus merupakan alumni Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Fakultas
Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, UIN KHAS Jember.
Dalam sesi
tersebut, peserta diperkenalkan pada daluang, mulai dari sejarah penggunaan,
karakteristik material, hingga proses pengolahannya sebagai media tulis.
Penjelasan mengenai material kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan
daluang.
Peserta
mengikuti tahapan pengolahan material alami hingga menghasilkan lembaran yang
dapat digunakan sebagai permukaan tulis. Praktik tersebut memberikan pengalaman
mengenai proses yang dilalui bahan sebelum dapat digunakan sebagai media tulis.
Sesi daluang
dimoderatori oleh Adam Azizi Yudhistyana Soemarsonom, yang juga merupakan
alumni Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab,
dan Humaniora, UIN KHAS Jember.
Gaza Triatama
Membawakan Materi Lontar
Pembelajaran
kemudian berlanjut pada sesi lontar dengan menghadirkan Gaza Triatama Ramdhani
sebagai narasumber. Gaza merupakan mahasiswa aktif Program Studi Sejarah dan
Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, UIN KHAS
Jember.
Pada sesi ini,
peserta diperkenalkan pada sejarah, karakteristik, dan penggunaan lontar
sebagai media tulis. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik teknik
menggurat tulisan pada permukaan lontar.
Sesi lontar
memberikan pengalaman yang berbeda dari sesi daluang. Jika pada daluang peserta
mempelajari proses pengolahan bahan tanaman hingga menjadi lembaran, pada
lontar peserta mengenal daun lontar dan mencoba teknik penggunaannya sebagai
permukaan tulis.
Sesi lontar
dimoderatori oleh M. Naufal Luthfan Ramadhani, alumni Program Studi Sejarah dan
Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, UIN KHAS
Jember.
Mempertemukan
Pengetahuan Sejarah dan Praktik
Daluang dan
lontar ditempatkan dalam satu rangkaian workshop karena memiliki bahan, proses
pengolahan, serta teknik penggunaan yang berbeda. Perbedaan tersebut menjadi
bagian dari materi yang diperkenalkan kepada peserta.
Pada sesi
daluang, peserta mempelajari pengolahan bahan tanaman hingga menjadi lembaran.
Sementara pada sesi lontar, peserta mengenal daun lontar yang telah melalui
proses pengolahan dan mempraktikkan teknik menggurat pada permukaannya.
Kedua sesi
menggunakan pendekatan sejarah dan praktik. Peserta memperoleh penjelasan
mengenai latar belakang, karakteristik, dan penggunaan material sebelum
mengikuti praktik secara langsung.
Sebanyak 50
peserta mengikuti rangkaian workshop tersebut. Mereka mendapatkan kesempatan
untuk mengenal dua material tulis tradisional melalui penjelasan sekaligus
pengalaman praktik.
Keterlibatan
alumni dan mahasiswa aktif Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Fakultas
Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, UIN KHAS Jember dalam kegiatan ini
berlangsung melalui peran yang berbeda. Agus Santoso menjadi narasumber pada
sesi daluang, Adam Azizi Yudhistyana Soemarsonom menjadi moderator pada sesi
yang sama. Pada sesi lontar, Gaza Triatama Ramdhani menjadi narasumber dan M.
Naufal Luthfan Ramadhani bertugas sebagai moderator.
Keterlibatan
tersebut mempertemukan pengalaman alumni dengan partisipasi mahasiswa aktif
dalam kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan. Dalam workshop
ini, mereka terlibat langsung dalam penyampaian materi dan pengelolaan sesi
pembelajaran.
Workshop Pembuatan Kertas Daluang dan Menulis di Media Lontar 2026 berlangsung sebagai rangkaian pembelajaran mengenai dua material tulis tradisional. Melalui penggabungan penjelasan sejarah dan praktik, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan daluang serta teknik penggunaan lontar sesuai karakter masing-masing material.
Tag :